Menjadi Bagian dari Solusi: Pengalaman dr. Asep Hermana sebagai Volunteer FK Unpas di Aceh

Menjadi Bagian dari Solusi: Pengalaman dr. Asep Hermana sebagai Volunteer FK Unpas di Aceh

Bencana alam yang melanda Aceh, khususnya di wilayah Aceh Tengah, tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga menghadirkan tantangan besar dalam aspek kesehatan masyarakat. Dalam kondisi tersebut, kehadiran tenaga medis menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian, dr. Asep Hermana, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas), turut serta menjadi volunteer dalam misi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak.

Keikutsertaan dr. Asep dalam kegiatan ini didasari oleh kebutuhan tambahan tenaga medis di lokasi bencana. Ia berangkat sebagai bagian dari kontribusi sivitas akademika FK Unpas untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat Aceh. Tim relawan tiba pada hari ke-18 pascabencana, saat fase tanggap darurat mulai beralih menuju fase pemulihan.

Dalam penuturannya, dr. Asep menjelaskan bahwa kondisi kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh tahapan bencana. Pada fase awal, banyak ditemukan kasus diare dan gangguan saluran pencernaan akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi. Seiring berjalannya waktu, kasus tersebut mulai bergeser menjadi infeksi saluran pernapasan, infeksi pencernaan, serta munculnya permasalahan gizi. Selain itu, tidak sedikit masyarakat yang mengalami luka akibat tertusuk paku, seng, maupun reruntuhan bangunan yang memerlukan tindakan medis, termasuk operasi sederhana.

Tantangan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan penanganan medis, tetapi juga menyangkut keterbatasan akses, distribusi bantuan, serta fasilitas pendukung seperti listrik dan sarana kesehatan yang belum sepenuhnya optimal. Kondisi ini menuntut kesiapan fisik, ketahanan mental, serta komitmen tinggi dari para relawan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik di tengah keterbatasan.

Melalui pengalaman tersebut, dr. Asep menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia agar lebih peka terhadap bencana yang sedang terjadi di Aceh maupun daerah lainnya. Kepedulian, menurutnya, harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar perhatian sesaat. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan rasa syukur sebagai dorongan untuk membantu sesama yang sedang menghadapi ujian.

Kepada masyarakat Aceh, beliau menyampaikan harapan agar tetap tegar dan saling menguatkan dalam proses pemulihan. Sementara itu, kepada sivitas akademika Universitas Pasundan, khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran, dr. Asep menegaskan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah harus mampu diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.

Melalui keterlibatan ini, FK Unpas kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang hadir tidak hanya dalam ruang akademik, tetapi juga di tengah situasi kemanusiaan yang membutuhkan kontribusi nyata.

Bencana adalah pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, mari tidak berhenti pada rasa simpati. Ambil bagian sesuai kapasitas masing-masing, baik melalui dukungan moral, bantuan kemanusiaan, maupun keterlibatan langsung. Kepedulian hari ini adalah investasi kemanusiaan untuk masa depan yang lebih kuat dan berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *