Bandung, 11 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati World Alzheimer’s Day 2025, Alzheimer Indonesia (ALZI) Bandung berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK UNPAS) menyelenggarakan seminar medis bertajuk “Dari Lupa ke Harapan: Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan Dini Demensia.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, bertempat di Universitas Pasundan, Bandung.
Seminar ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Alzheimer, demensia, serta Behavioral and Psychological Symptoms of Dementia (BPSD). Acara dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UNPAS, dosen, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan otak dan kualitas hidup.
Alzheimer merupakan salah satu penyebab utama demensia, yaitu kondisi penurunan fungsi kognitif yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, perilaku, serta aktivitas sehari-hari. Masih banyak masyarakat yang menganggap “pikun” sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, gangguan kognitif yang menghambat aktivitas harian bukanlah kondisi fisiologis dan memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.
Melalui seminar ini, para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya deteksi dini, identifikasi gejala awal, serta penanganan yang tepat untuk memperlambat progresivitas penyakit. Selain itu, edukasi mengenai faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti berhenti merokok, mengontrol kadar kolesterol, mencegah obesitas, dan menerapkan pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa Alzheimer dan gangguan kognitif tidak hanya terjadi pada usia lanjut, tetapi juga dapat muncul pada usia yang lebih muda. Gejala seperti gangguan konsentrasi, penurunan daya ingat, perubahan perilaku, serta munculnya gejala BPSD seperti agitasi, depresi, dan halusinasi perlu diidentifikasi sejak dini.
Menurut Berryl Destiano Putra mahasiswa FK UNPAS tahun 1 prodi sarjana menuturkan bahwa ia merasa bersyukur dapat mempelajari lebih dalam tentang Alzheimer, demensia, dan BPSD. Menurutnya, sebagai calon dokter penting untuk membangun empati dan kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami demensia maupun Alzheimer.
Kolaborasi antara ALZI Bandung dan FK UNPAS merupakan langkah nyata dalam memperkuat peran akademisi dan tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan demensia di Indonesia. Melalui kegiatan edukatif seperti ini, diharapkan terbentuk sinergi berkelanjutan antara institusi pendidikan, komunitas, dan masyarakat dalam meningkatkan literasi kesehatan serta kualitas hidup pasien dan keluarga.
Semangat “Dari Lupa ke Harapan” menjadi pengingat bahwa di balik tantangan demensia, terdapat harapan melalui kesadaran, deteksi dini, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Bersama FK UNPAS bersama ALZI Bandung, membuat langkah nyata untuk wujudkan masyarakat yang lebih sadar, empatik, dan sigap terhadap Alzheimer dan demensia. Hal ini sesuai dengan visi misi FK UNPAS yang untuk terus mengabdi pada masyarakat.
