Dosen FK UNPAS Ingatkan Pentingnya Kembali ke Pola Makan Seimbang dan Aktivitas Fisik Setelah Lebaran

Dosen FK UNPAS Ingatkan Pentingnya Kembali ke Pola Makan Seimbang dan Aktivitas Fisik Setelah Lebaran

Perayaan Idulfitri identik dengan berbagai hidangan khas seperti opor ayam, rendang, serta aneka kue manis yang tinggi lemak, gula, dan garam. Momen kebersamaan bersama keluarga sering kali membuat masyarakat mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Oleh karena itu, setelah masa perayaan dan libur Lebaran berakhir, penting bagi masyarakat untuk kembali menerapkan pola hidup sehat agar kondisi tubuh tetap terjaga.
Hal tersebut disampaikan oleh Tegar Fitriana S., dr., AIFO-K, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK UNPAS) dari Departemen Ilmu Kedokteran Dasar Divisi Anatomi.

1. Dampak Konsumsi Gula dan Garam Berlebih
Menurut dr. Tegar, konsumsi gula yang berlebihan dapat berdampak pada peningkatan penumpukan lemak dalam tubuh. Gula yang tidak digunakan sebagai sumber energi akan diubah dan disimpan dalam bentuk lemak. Selain itu, gula dalam darah juga dapat mengalami proses oksidasi dan berikatan dengan lemak jahat (LDL) sehingga memicu pembentukan plak pada pembuluh darah.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke.
Selain gula, konsumsi makanan yang tinggi garam juga perlu diperhatikan. Asupan garam yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan cairan dalam pembuluh darah serta retensi air dalam tubuh. Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan darah dan memicu terjadinya hipertensi.

2. Pentingnya Menjaga Kecukupan Cairan Tubuh
Selain memperhatikan pola makan, dr. Tegar juga menekankan pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh setiap hari. Kebutuhan air putih dapat dihitung secara sederhana, yaitu sekitar 40 cc per kilogram berat badan.
Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 60 kg membutuhkan sekitar 2,4 liter air per hari.
Cara sederhana untuk mengetahui apakah tubuh sudah terhidrasi dengan baik adalah dengan memperhatikan warna urin. Urin yang berwarna kuning bening menandakan tubuh memiliki hidrasi yang cukup.

3. Kembali Aktif Berolahraga Setelah Libur Lebaran
Setelah masa libur Lebaran, masyarakat juga dianjurkan untuk kembali melakukan aktivitas fisik secara rutin. Aktivitas ini penting untuk menjaga kebugaran tubuh serta membantu mengontrol berat badan.
Menurut dr. Tegar, seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 30 tahun, massa otot tubuh secara alami akan mulai mengalami penurunan. Oleh karena itu, aktivitas fisik yang teratur diperlukan untuk mempertahankan kekuatan dan fungsi otot.
Disarankan untuk melakukan:
– Olahraga aerobik minimal 150 menit per minggu, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau jogging.
– Latihan kekuatan otot dua kali dalam seminggu dengan melibatkan kelompok otot besar.

4. Aktivitas Fisik Sederhana yang Bisa Dilakukan
Beberapa aktivitas fisik sederhana yang dapat dilakukan di rumah antara lain:
– Berjalan kaki selama sekitar 20 menit sebagai latihan aerobik.
– Push-up di tembok atau di lantai untuk melatih kekuatan otot lengan.
– Leg raise untuk melatih otot punggung dan perut.
– Squat dengan bersandar pada tembok untuk melatih otot kaki.
Aktivitas-aktivitas tersebut dapat membantu menjaga kekuatan otot sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Melalui penerapan pola makan seimbang, kecukupan cairan, serta aktivitas fisik yang rutin, masyarakat diharapkan dapat kembali menjaga kesehatan tubuh setelah menikmati berbagai hidangan selama perayaan Lebaran.
Dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat secara konsisten, tubuh akan tetap bugar dan siap menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *