Bagaimana tubuh beradaptasi saat berpuasa? Berikut penjelasannya secara medis

Bagaimana tubuh beradaptasi saat berpuasa? Berikut penjelasannya secara medis

Menjalankan ibadah puasa tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga melibatkan proses biologis yang kompleks di dalam tubuh. Saat seseorang berpuasa, tubuh secara alami melakukan berbagai mekanisme adaptasi metabolisme untuk mempertahankan energi dan menjaga fungsi organ tetap optimal.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Marwan Rosada, M.Biomed, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK UNPAS) Departemen Ilmu Kedokteran Dasar Divisi Fisiologi, dalam kegiatan edukasi kesehatan yang disampaikan pada Rabu, 11 Maret 2026.

1. Perubahan Sumber Energi Saat Berpuasa
Dalam penjelasannya, dr. Marwan memaparkan bahwa selama berpuasa tubuh mengalami perubahan penggunaan sumber energi secara bertahap.
Pada awal waktu puasa, tubuh masih menggunakan glukosa yang berasal dari makanan sebagai sumber energi utama. Setelah beberapa jam, ketika glukosa mulai berkurang, tubuh akan memanfaatkan cadangan glikogen yang tersimpan di hati dan otot.
Ketika puasa berlangsung lebih lama, terutama setelah sekitar 12 jam, tubuh mulai memasuki fase lipolisis, yaitu proses pemecahan lemak sebagai sumber energi alternatif. Proses ini membantu tubuh tetap mendapatkan energi meskipun tidak ada asupan makanan dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu, puasa juga berkaitan dengan terjadinya autofagi, yaitu proses alami tubuh dalam membersihkan sel-sel yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik. Mekanisme ini berperan dalam menjaga kesehatan sel dan keseimbangan metabolisme tubuh.

2. Pentingnya Sahur untuk Menjaga Energi Tubuh
Menurut dr. Marwan, sahur memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan energi selama berpuasa.
“Penting untuk mengakhiri waktu sahur sesuai sunnah agar kadar glukosa lebih stabil dan cadangan energi tidak cepat habis,” jelasnya.
Sahur tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi awal, tetapi juga membantu menjaga hidrasi tubuh selama menjalankan aktivitas sepanjang hari.

3. Komposisi Nutrisi Sahur yang Dianjurkan
Agar tubuh tetap bugar dan mampu menjalani puasa dengan optimal, dr. Marwan Rosada, M.Biomed menyarankan agar sahur mengandung komposisi nutrisi yang seimbang, antara lain:
– Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau oatmeal, yang dicerna lebih lambat sehingga energi dapat bertahan lebih lama.
– Protein dan lemak sehat, yang membantu menyediakan sumber energi jangka panjang bagi tubuh.
– Serat serta air putih yang cukup, untuk menjaga hidrasi dan membantu sistem pencernaan bekerja dengan baik.
Dengan komposisi nutrisi yang tepat, tubuh dapat mempertahankan energi secara lebih stabil sehingga aktivitas sehari-hari tetap dapat dijalankan dengan baik selama berpuasa.

Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat, khususnya sivitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan, dapat menjalankan ibadah puasa dengan pemahaman medis yang tepat. Dengan demikian, puasa tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga dapat mendukung kesehatan tubuh secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *